Thursday, January 10, 2013

Sumber Vitamin B Kompleks

Vitamin merupakan senyawa organik yang terdapat pada makanan yang mutlak diperlukan agar terjadi pertumbuhan tubuh yang normal. Vitamin diperlukan dalam jumlah relatif sedikit dan tidak membebaskan energi. Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air adalah Vitamin B dan C. Sedangkan vitamin yang terlarut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K.
Sumber Vitamin B Kompleks
Salah satu kandungan vitamin yang penting bagi pertumbuhan manusia adalah vitamin B kompleks, yaitu vitamin B1, B2, B3, B6, B11, dan B12. Berikut ini kami rangkum sumber, fungsi dan akibat yang ditimbulkan jika kekurangan masing-masing vitamin B tersebut.
1. Vitamin B1
Sumber makanan yang mengandung Vitamin B1 adalah beras merah, kuning telur, susu, jantung, hati, otak, katul, gandum, wortel, kacang hijau, dan ragi.
Fungsi Vitamin B1 adalah menjaga keseimbangan air dalam tubuh, membantu penyerapan lemak pada usus, dan membantu metabolisme karbohidrat.
Jika kekurangan konsumsi Vitamin B1 dapat menyebabkan beri-beri dan neuritis, selera makan menurun, gangguan metabolisme karbohidrat, dan peredaran cairan tubuh akan terhambat.
2. Vitamin B2
Vitamin B2 ditemukan pada makanan susu, keju, sayuran, telur, beras, gandum, hati, ginjal, dan jantung.
Vitamin B2 berfungsi untuk merangsang kinerja saraf mata dan memperlancar oksidasi zat makanan.
Kekurangan vitamin B2 bisa menyebabkan penglihatan mata kabur karena katarak dan keratitis, perlukaan di sudut mulut, dan pertumbuhan tubuh akan terganggu.
3. Vitamin B3
Vitamin B3 terdapat pada makanan kedelai, kol, ragi, susu, hati, tomat, dan bayam.
Vitamin B3 berfungsi dalam proses pertumbuhan dan pembelahan sel, mencegah penyakit pelagra, dan membantu perombakan karbohidrat.
Bila kekurangan Vitamin B3, seseorang bisa terserang penyakit pelagra dengan gejala dermatitis. Tanda-tanda pelagra antara lain kulit mengelupas, kemerahan, pecah-pecah, dan eksim. Kekurangan Vitamin B3 juga bisa menyebabkan penyakit demensia (cepat lupa dan cepat lelah), anemia, pendarahan di gusi dan usus, dan diare.
4. Vitamin B6
Vitamin B6 terdapat pada makanan telur, ikan, daging, hati, biji-bijian, dan sayuran.
Vitamin B6 bermanfaat dalam proses pertumbuhan, pembentukan sel-sel darah, dan merangsang kerja urat saraf.
Jika kekurangan Vitamin B6, manusia bisa terkena gejala anemia, pelagra, susah buang air besar, dan dermatitis.
5. Vitamin B11 dan B12
Kandungan Vitamin B11 bisa kita temukan pada makanan hati. Sedangkan Vitamin B12 terdapat pada makanan hati, ikan, dan susu.
Fungsi vitamin B11 dan B12 adalah membantu pertumbuhan sel darah merah dan mencegah terjadinya pernisiosa. Pernisiosa adalah gejala anemia akut yang bisa menyebabkan kematian pada manusia penderita.
Kekurangan vitamin B11 dan B12 bisa menyebabkan terjadinya kekurangan zat besi dalam darah (anemia).
Demikian informasi kesehatan ini kami bagi. Semoga bisa berguna untuk Anda.
Referensi:
www.bioalami.blogspot.com/2008/07/manfaat-vitamin-b-kompleks.html
www.id.wikipedia.org/wiki/Vitamin_B

Mengenal Berbagai Tes Kesuburan

Tes apa sajakah yang akan dilakukan?
Untuk Mama
  1. Tes darah. Hasil tes darah ini untuk mengetahui produksi hormon, antara lain  thyroid stimulating hormone (TSH), follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), estrogen, prolaktin, and kadang hormon androge atau progesteron.
  2. Tes tantangan Clomiphene: tes ini bertujuan untuk melacak bagaimana fungsi rahim Mama dan bagaimana rahim Mama merespon berbagai pengobatan kesuburan. Biasanya pada hari ke-5 siklus menstruasi, Mama diminta untuk mengonsumsi obat bernama Clomid selama 5 hari, pada hari ke-10, dokter akan mengetes kembali level hormon Mama. Hasilnya akan menentukan seberapa agresif pengobatan yang akan diberikan.
  3. Grafik Body Basal Temperature.  Dokter akan meminta Mama mencatat suhu tubuh pagi hari (body basal temperature) selama kurang lebih satu bulan. Saat Mama mengalami ovulasi, biasanya suhu tubuh akan sedikit meningkat.
  4. Biopsi Endometrial. Dokter akan mengambil sepotong kecil bagian dari jaringan endometrial Mama, dan harus dilakukan menjelang masa menstruasi Mama. Prosedur ini akan sedikit tidak nyaman dan kemungkinan Mama harus melakukan ini beberapa kali, jadi kuatkan mental dan minta dukungan Papa dalam menjalaninya.
  5. Hysterosalpingogram (HSG). Merupakan prosedur sinar X yang membuat dokter bisa melihat apakah tuba falopi Mama terbuka, juga untuk mendeteksi apakah kontur dan bentuk bagian dalam rahim Mama normal ataukah adap gangguan misalnya polip, fibroid, luka parut atau abnormalitas lainnya yang bisa pengaruhi kesuburan.
  6. Laparoscopy. Prosedur operasi yang membutuhkan bius total untuk memberikan gambaran pada dokter tentang tampilan organ dalam panggul Mama. Operasi ini biasanya dilakukan jika tampilan HSG menunjukkan adanya abnormalitas.
  7. USG Pelvic. Dokter akan melakukan prosedur tanpa nyeri ini untuk mengetahui ketebalan dinding rahim dan menentukan apakah sel folikel Mama berkembang dalam mengantisipasi ovulasi. Juga untuk mengidentifikasi gangguan di area panggul dan rahim, misalnya: kista.
  8. Tes Pasca Seks. Biasanya sebelum tes, Mama dan Papa diminta untuk melakukan hubungan intim di hari tertentu di antara siklus menstruasi. Dalam 24 jam, dokter mengumpulkan sample cairan vagina Mama untuk mengetahui pergerakan sperma.
  9. Hysteroscopy. Pada prosedur ini, dokter akan meletakkan selang kecil berkamera ke dalam mulut rahim Mama dan terus ke dalam uterus untuk melihat apakah ada kelainan seperti polip atau parut luka yang dapat mempengaruhi kesuburan.
 Untuk Papa:
  1. Analisa sperma. Papa harus menyediakan sample cairan sperma kepada dokter untuk dilihat bagaimana kondisi dan performa sperma, jumlah, bentuk dan pergerakannya.
  2. Tes Pasca Seks. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tes ini untuk mengetahui performa sperma Papa setelah hubungan intim. Biasanya dokter meminta Papa dan Mama untuk berhubungan intim 1-2 hari sebelum Mama berovulasi.

Semoga berhasil dengan program hamilnya ya Mama dan Papa. Tetap semangat.

Sumber: http://www.babycenter.com/0_pinpointing-a-fertility-problem_3536.bc