Thursday, January 10, 2013

Mengenal Berbagai Tes Kesuburan

Tes apa sajakah yang akan dilakukan?
Untuk Mama
  1. Tes darah. Hasil tes darah ini untuk mengetahui produksi hormon, antara lain  thyroid stimulating hormone (TSH), follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), estrogen, prolaktin, and kadang hormon androge atau progesteron.
  2. Tes tantangan Clomiphene: tes ini bertujuan untuk melacak bagaimana fungsi rahim Mama dan bagaimana rahim Mama merespon berbagai pengobatan kesuburan. Biasanya pada hari ke-5 siklus menstruasi, Mama diminta untuk mengonsumsi obat bernama Clomid selama 5 hari, pada hari ke-10, dokter akan mengetes kembali level hormon Mama. Hasilnya akan menentukan seberapa agresif pengobatan yang akan diberikan.
  3. Grafik Body Basal Temperature.  Dokter akan meminta Mama mencatat suhu tubuh pagi hari (body basal temperature) selama kurang lebih satu bulan. Saat Mama mengalami ovulasi, biasanya suhu tubuh akan sedikit meningkat.
  4. Biopsi Endometrial. Dokter akan mengambil sepotong kecil bagian dari jaringan endometrial Mama, dan harus dilakukan menjelang masa menstruasi Mama. Prosedur ini akan sedikit tidak nyaman dan kemungkinan Mama harus melakukan ini beberapa kali, jadi kuatkan mental dan minta dukungan Papa dalam menjalaninya.
  5. Hysterosalpingogram (HSG). Merupakan prosedur sinar X yang membuat dokter bisa melihat apakah tuba falopi Mama terbuka, juga untuk mendeteksi apakah kontur dan bentuk bagian dalam rahim Mama normal ataukah adap gangguan misalnya polip, fibroid, luka parut atau abnormalitas lainnya yang bisa pengaruhi kesuburan.
  6. Laparoscopy. Prosedur operasi yang membutuhkan bius total untuk memberikan gambaran pada dokter tentang tampilan organ dalam panggul Mama. Operasi ini biasanya dilakukan jika tampilan HSG menunjukkan adanya abnormalitas.
  7. USG Pelvic. Dokter akan melakukan prosedur tanpa nyeri ini untuk mengetahui ketebalan dinding rahim dan menentukan apakah sel folikel Mama berkembang dalam mengantisipasi ovulasi. Juga untuk mengidentifikasi gangguan di area panggul dan rahim, misalnya: kista.
  8. Tes Pasca Seks. Biasanya sebelum tes, Mama dan Papa diminta untuk melakukan hubungan intim di hari tertentu di antara siklus menstruasi. Dalam 24 jam, dokter mengumpulkan sample cairan vagina Mama untuk mengetahui pergerakan sperma.
  9. Hysteroscopy. Pada prosedur ini, dokter akan meletakkan selang kecil berkamera ke dalam mulut rahim Mama dan terus ke dalam uterus untuk melihat apakah ada kelainan seperti polip atau parut luka yang dapat mempengaruhi kesuburan.
 Untuk Papa:
  1. Analisa sperma. Papa harus menyediakan sample cairan sperma kepada dokter untuk dilihat bagaimana kondisi dan performa sperma, jumlah, bentuk dan pergerakannya.
  2. Tes Pasca Seks. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tes ini untuk mengetahui performa sperma Papa setelah hubungan intim. Biasanya dokter meminta Papa dan Mama untuk berhubungan intim 1-2 hari sebelum Mama berovulasi.

Semoga berhasil dengan program hamilnya ya Mama dan Papa. Tetap semangat.

Sumber: http://www.babycenter.com/0_pinpointing-a-fertility-problem_3536.bc

No comments:

Post a Comment